Selasa, 24 Mei 2011

KB metode suhu basal


BAB  I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang

Kontasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan seagai akibat terjadinya kehamilan seagai akibat adanya pertemuan adanya pertemuan antara pertemuan sel telur dan sel sperma.
    Olehkarena itu, yang memutukan kontrasepsi adalah pasangan  yang aktif  berhubungan dan kedua duanya memiliki kesuburan normal namun tidak menghendaki kehamilan.

1.2    Tujuan
1.2.1        Untuk Mengetahui i Definisi  Metode Kontrasepsi Suhu  Basal
1.2.2        Untuk Mengetahui Cara Memakai Metode Suhu Basal
1.2.3        Untuk Mengetahui Kontrasepsi Suhu Basal   Untuk Kontrasepsi













BAB II
TINJAUAN TEORI

 2.1  Definisi  Metode Kontrasepsi Suhu  Basal
Suhu basal merupakan salah satu metoda kontrasepsi dimana seorang ibu dapat mengenali masa subur ibu dengan mengukur suhu badan secara teliti dengan thermometer khusus yang bisa mencatat perubahan suhu sampai 0,1 C untuk mendeteksi, bahkan suatu perubahan kecil suhu tubuh ibu tersebut. ( Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi, Tahun 2006 ).
Dasar metoda suhu basal adalah naiknya suhu asal pada waktu ovulasi karena kadar progesteron naik antara 0,3-0,5. Peningkatan segera/berangsur-angsur dan terus-menerus seperti bentuk tangga atau gamaran gigi gergaji.
Suhu basal diukur dengan termometer khusus yang dicatat pada kartu grafik, hal ini untuk mengetahui perubahan suhu dan bukan nilainya. Pengukuran suhu tiap pagi hari sebelum makan dan minum, karena bila sudah makan atau minum( panas atau dingin) dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan suhu, terutama bila pengukuran secara oral. Lama pengukuran suhu bila secara oral selama 3 menit tetapi bila secara rektal hanya 1 menit. Kekurangan metoda ini yaitu tidak dapat mengetahui masa aman post ovulasi. Untuk itu, dalam penggunaannya sering diodakombinasikan dengan metoda kalender agar dapat diketahui masa aman pre ovulasi.
     Pelaksanaannya: masa aman pre ovulasi yaitu dengan menggunakan metoda  kalender atau dengan menguraingi peningkatan suhu dini yang telah tercatat selama 6 bulan maka masa aman post ovulasi terjadi 3 hari setelah kenaikan suhu basal.



2.2 Cara Memakai Metode Suhu Basal

- Ukur suhu ibu pada waktu yang hampir sama setiap pagi ( Sebelum bangkit dari    tempat tidur ) dan catat suhu ibu pada kartu yang disediakan
- Pakai catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus haid ibu untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang normal, rendah ( misalnya catatan suhu harian pada pola tertentu tanpa suatu kondisi yang luar biasa ). Abaikan setiap suhu tinggi yang disesbabakan oleh demam atau gangguan lain.
- Tarik garis pada 0,05 -0,1  diatas suhu tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Ini dinamakan garis pelindung ( Cover line ) atau garis suhu.
- Masa tak subur mulai pada sore setelah hari ketiga berturut- turut berada diatas garis pelindung tersebut ( aturan perubahan suhu ).

2.3   Untuk Kontrasepsi
Pantang sanggama mulai dari awal siklus haid sampai sore hari ketiga berturut-turut setelah suhu berbeda diatas garis pelindung ( cover line ). Masa pantang pada aturan perubahan suhu lebih panjang dari pada metode ovulasi billings ( MOB )
·         Jika salah satu dari tiga suhu berada dibawah garis pelindung ( vover line ) selama perhitungan 3 hari, ini mungkin tanda bahwa ovulasi belum terjadi. Untuk menghindari kehamilan tunggu sampai 3 hari berturut-turut suhu tercatat diatas garis pelindung sebelum memulai sanggama.
·         Ketika mulai masa tak subur tidak perlu untuk mencatat suhu basal ibu. Ibu pertama dapat berhenti mencatat sampai haid berikutnya mulai dan bersanggama sampai hari pertama haid berikutnya.






























BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
Suhu basal merupakan salah satu metoda kontrasepsi dimana seorang ibu dapat mengenali masa subur ibu dengan mengukur suhu badan secara teliti dengan thermometer khusus yang bisa mencatat perubahan suhu sampai 0,1 C untuk mendeteksi, bahkan suatu perubahan kecil suhu tubuh ibu tersebut.
- Ukur suhu ibu pada waktu yang hampir sama setiap pagi
- Pakai catatan suhu pada kartu tersebut untuk 10 hari pertama dari siklus haid ibu untuk menentukan suhu tertinggi dari suhu yang normal, rendah.
- Tarik garis pada 0,05 -0,1  diatas suhu tertinggi dari suhu 10 hari tersebut. Ini dinamakan garis pelindung ( Cover line ) atau garis suhu.
- Masa tak subur mulai pada sore setelah hari ketiga berturut- turut berada diatas garis pelindung tersebut ( aturan perubahan suhu ).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar